Kampung Kopi Aroma Apel Wisata Bulukerto

  KAMPUNG KOPI AROMA APEL DESA WISATA BULUKERTO. Desa Wisata Batu 0813-3100-0063 “ Kampung Kopi Aroma Apel ini masih terbilang baru didirikan, tepatnya pada bulan april 2019 lalu. Intinya nanti di Desa Wisata Bulukerto ini kita akan memberikan edukasi mulai pembibitan, penanaman, pemanenan, pengolahan kopi secara tradisional dan modern serta tak lupa kita disuguhi dengan produk olahan kopi tersebut supaya bisa mengetahui secara pasti cita rasa unik produk kopi kami. Apalagi didaerah Desa kam ini berada di kaki Gunung Arjuno, sehingga pastinya disini juga menyuguhkan keindahan panorama dan hijaunya alam yang tak kalah menarik dibanding daerah lainnya,” ujar Oktavian Dwi Suhermanto (23 tahun) yang merupakan salah satu petani Dusun Buludendeng Desa Wisata Bulukerto ini menjelaskan. Buah apel memang selama ini menjadi icon Kota Batu karena sebagian besar pertanian di Kota Batu didominasi komoditas Apel khususnya di daerah Kecamatan Bumiaji. Salah satu contoh Desa Bulukerto, disini sektor pertanian yang paling dominan adalah pertanian apel dan jeruk. Namun setelah ditelusuri lebih dalam, pertanian apel di RT 05 RW 03, Dusun Buludendeng, Desa Bulukerto yang hampir mayoritas jenis yang ditanam adalah apel manalagi ini, ternyata beberapa petani disana juga menanam kopi jenis arabica dibawah tegakan atau sela sela pohon apel milik masyarakat. Penanaman kopi di bawah tegakan apel tersebut bukanlah tanpa alasan. Penanaman ini merupakan salah satu inovasi yang membuat hasil dari kopi tersebut memiliki aroma kesegaran apel sehingga kopi tersebut memiliki cita rasa yang unik dan menarik untuk dinikmati khususnya bagi penikmat kopi. Mengingat bahwa sifat dari tanaman kopi ini yakni menyerap aroma di sekitarnya. “ Awalnya ide menanam kopi di tegakan pohon apel ini berawal dari ayah saya pada 2013 lalu. Tepatnya saat itu ayah saya mendapatkan bantuan dari Pemkot Batu berupa bibit kopi. Saat itu, ayah saya bingung mau ditanam dimana. Akhirnya ayah saya punya inisiatif untuk menanam bibit kopi tersebut di tegakan atau sela sela tanaman apel di lahan kami,” ujar Herman, sapaan akrabnya. Lanjut Herman, ternyata dari penanaman kopi tersebut, tidak sama sekali mempengaruhi pertumbuhan apel dan begitu juga sebaliknya. Menurut Herman, adanya tanaman apel ini malah menguntungkan bagi tanaman kopi karena sejatinya tanaman kopi ini butuh naungan dan tidak boleh langsung terkena sinar matahari. Selain itu, unsur hara dari tanaman kopi dan apel juga memiliki perbedaan. Hal ini dapat ditinjau dari segi perakaran kopi maupun apel. Kalau perakaran kopi biasanya berada di permukaan tanah karena perakarannya dangkal, sedangkan perakaran apel berada di dalam tanah karena akar tunggaknya besar. “ Disini kami menanam jenis kopi arabica dengan beberapa varietas, seperti line-S, kartika, S795 dan beberapa varietas lainnya. Kenapa kita kok gak menanam single varietas? karena jika satu varietas terkena hama penyakit, maka semua tanaman kopi varietas tersebut juga akan mengalami hama dan penyakit yang sama. Kalau kita menanam berbagai varietas, maka jika satu varietas mengalami penyakit hama, beberapa varietas lainnya biasanya kuat terhadap penyakit hama tersebut,” tuturnya. Disisi lain, Herman juga menjelaskan, dengan berbekal cara penanaman kopi yang ikonik dibawah tegakan apel ini serta keunikan cita rasa yang dihasilkan ini, akhirnya ia bersama dengan beberapa masyarakat di sekitarnya menginisiasi untuk mendirikan destinasi Desa Wisata Kota Batu tentang edukasi bertajuk Kampung Kopi Aroma Apel Desa Wisata Bulukerto. Lebih jelasnya, kampung kopi ini akan menyuguhkan beberapa edukasi kopi, mulai proses penanaman hingga berakhir dalam pengemasan produk kopi. (Zal)

Maaf, belum tersedia artikel untuk ditampilkan :(

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.